Kamis, 13 September 2007

Pondok Pesantren Nurussalam

Sejarah berdirinya
Pondok Pesantren Nurussalam awal embrionya cetusan cita-cita dua orang santri yang masih mondok di Gontor pada tahun 1970 merencanakan berdirinya pondok pesantren modern di daerahny agar lingkungan masyarakat bisa tertarik dan berminat memasukan anaknya kepesantren untuk tafaquh fiddin. Dua orang tersebut adalah Ust. Abdul Hadi B.A yang menjadi pimpinan pesantren sekarang dan Ust. KH. Wahyuddin yang sekarang memimpin pondok pesantren Al Mukmin.
Cita-cita yang sederhana tapi mulia ini baru menjelma setelah tujuh belas tahun kemudian yaitu pada tahun 1988 M/1408 H. setelah dua orang tersebut sepakat, masing-masing mencari/menambah ilmu dan pengalaman.
semangat rencana mendirikan pondok ini lebih kuat setelah situasi ummat Islam pada masa itu sangat memperihatinkan dengan berlakunya UU subversif, tidak sedikit tokoh-tokoh agama yang militan terjerat oleh UU ini bahkan tidak sedikit yang menjadi korban, sedangkan minat ummat Islam untuk mendidik anaknya untuk tafaqhu fiddin makin berkurang.
maka alhamdulillah pada tahun 1988 M/1408 H atas kesepakatan mereka berdua dan didukung oleh tokoh dan anggota masyarakat setempat untuk membentuk panitia pembangunan pesantren ini.
Adapun tokoh pendukung tersebut Ust. Abdul Hadi, Ust. Wahyuddin, Abdul Majid, A Sukarmi (alm), Abbas Kurnia, Ahmad (alm), Dayat, Yayat Sunarya, H. Idris (alm), Engkus Kusnadi, Darja, Jalil, Khalilluddin, Ibu Oyo, Ibu Yati, Ibu Emma (alm), Ibu Jamilah, dan ibu Siti Hasanah.
dan sampai sekarang atas pengorbanan para tokoh diatas dan umat Islam yang tidak disebutkan satu persatu namanya disini masih tetap berdiri kokoh dan terus memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Islam dan kaum muslimin.

3 komentar:

AL BANNA mengatakan...

ini adalah lakah maju bagi sebuah pesantren, dapat memanfaatkan IT untuk berdakwah. sungguh informasi mengenai pesantren masih amat sedikit mudah-mudahan pesantren nurussalam tetap eksis dan terus berkontribusi bagi islam

.: MANG IJEN:. mengatakan...

Saya dukung terus.

andi mengatakan...

betul itu. bagus sekali, dan memang seorang muslim dituntut untuk bisa menguasai banyak ilmu terutama di bidang IT. jangan kalah ma orang kafir